Latest Post

Agar Beli Bra Tidak Salah Ukuran, Ini Tips Mengukur Payudara

Written By Unknown on Saturday, 31 May 2014 | 16:59

Agar Beli Bra Tidak Salah Ukuran, Ini Tips Mengukur PayudaraTRIBUNNEWS.COM - Untuk sejumlah perempuan, membeli bra kelihatannya sepele, karena toh sudah melakukannya sejak beranjak remaja. Namun, penelitian dari merek bra Triumph membuktikan, lebih dari 50 persen perempuan di dunia ternyata telah menggunakan bra dengan ukuran yang salah sepanjang hidupnya.

Berikut uraian yang perlu Anda ketahui saat membeli bra:

Kenali jenis bra 

Ketika hendak membeli bra, perhatikan dulu apakah itu bra berkawat atau tidak karena, menurut penelitian, bra berkawat bisa jadi berbahaya jika kualitasnya belum teruji. 

Kawat yang baik umumnya tidak berkarat, tahan air, dan melalui proses pengukuran dan tes elastisitas terlebih dahulu. Jadi, jika ingin membeli bra berkawat, pilih merek yang sudah terkenal dan memang teruji kualitasnya.

Cara mengukur bra yang tepat 

Terlepas dari bra tersebut memakai busa atau tidak, sebenarnya ukuran pastinya adalah dengan mengetahui ukuran lingkar dada. Caranya, ambil meteran baju, kemudian ukur lingkar dada (di bawah batas payudara). Sebab, ukuran bra yang tidak tepat akan berefek pada bentuk payudara yang turun dan terlihat tidak kencang.

Jika ukuran menunjukkan sekitar 80-85 sentimeter, maka bra yang pas adalah ukuran 32. Jika ukuran menunjukkan sekitar 85-90 sentimeter, maka bra yang pas adalah ukuran 34. Jika ukuran menunjukkan sekitar 91-95 sentimeter, maka bra yang pas adalah ukuran 36. Selanjutnya, jika lingkar dada Anda sekitar 96-100 sentimeter, maka bra yang pas adalah ukuran 38.

Pilih ukuran "cup" bra 

Disarankan mencoba ukuran cup bra langsung di payudara Anda. Panduan memilih cup yang tepat adalah yang membantu mengangkat dan menyokong payudara dengan baik dan nyaman. Soal model, juga ada berbagai macam. Ada yang half size, atau full size , dan bisa Anda pilih berdasarkan kebutuhan dan kenyamanan saja. Ada berbagai ukuran cup bra yang tersedia di toko pada umumnya. Ada cup AA, A, B, C, D, DD, DDD, F, dan G.

Lupakan produk tiruan 

Banyak produk bra tiruan yang beredar di pasaran. Memang harga yang mahal tidak selalu menjamin kualitasnya. Namun, bahan bra yang berkualitas pasti adem, menyerap keringat, dan tidak sakit saat dipakai atau menimbulkan iritasi pada kulit.

Sumber : http://www.tribunnews.com/kesehatan/2014/05/29/agar-beli-bra-tidak-salah-ukuran-ini-tips-mengukur-payudara

Diteriaki Calon Menteri, Rhoma Irama Tersenyum

Diteriaki Calon Menteri, Rhoma Irama Tersenyum
TRIBUNSUMSEL.COM/ARIEF BASUKI ROHEKAN
H Rhoma Irama saat di Bandara SMB II, Jumat (9/5/2014). TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Terdengar teriakan "Prabowo Presiden, Rhoma Menteri" dalam acara deklarasi dukungan yang diberikan Forum Silaturahmi Tamir Masjid dan Mushola (Fahmi Tamami), Sabtu (31/5/2014) malam.
Setelah Prabowo menyelesaikan pidato sambutannya, para pengurus Fahmi Tamami yang hadir kompak berseru, " Prabowo presiden" berulang kali. Namun kemudian seruan itu diakhiri dengan seruan "Rhoma Menteri".
Rhoma Irama yang adalah Ketua Umum Fahri Tamami itu hanya tersenyum mendengar seruan para pendukungnya. Seusai acara, Rhoma mengungkapkan bahwa seruan itu hanya spontanitas dari para pengurus saja. Menurutnya, dukungan yang dibangun kepada Prabowo jauh dari aspek transaksional.
"Kita nggak mau transaksional seperti itu, kita tidak memenangkan Prabowo-Hatta untuk hal-hal transaksional," ujarnya.
Sejauh ini, menurut Rhoma, belum ada pembicaraan apapun terkait kursi menteri dengan Prabowo. Lalu bagaimana seandainya dia ditunjuk sebagai menteri jika pasangan Prabowo-Hatta terpilih?
"Jangan berandai andai. Saya tidak mau berandai-andai. Kita berjuang secara tulus," pungkas musisi dangdut itu.

Sementara itu, dalam sambutannya Rhoma menilai sosok prabowo adalah sosok yang tegas sehingga bisa mengatasi masalah korupsi di Indonesia. Sementara Hatta sebagai mantan Menko Perekonomian menurutnya bisa membenahi sistem ekonomi yang sangat penting bagi kesejahteraan rakyat.

Prabowo menyatakan terimakasihnya atas dukungan yang diberikan. Menurutnya, dukungan yang diberikan Fahmi Tamami sangat berarti untuk penambah semangat bagi dirinya bersama Hatta memenangkan Pemilu Presiden 9 Juli mendatang.
Sumber : http://www.tribunnews.com/pemilu-2014/2014/06/01/diteriaki-calon-menteri-prabowo-rhoma-irama-tersenyum

Blunder, Kehadiran Priyo BS akan Perberat Langkah Prabowo

Blunder, Kehadiran Priyo BS akan Perberat Langkah Prabowo
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat Politik dari Universitas Indonesia (UI), Arbi Sanit, menilai langkah Prabowo-Hatta menggaetPriyo Budi Santoso ke dalam Tim Sukses sebagai langkah blunder yang akan memperberat langkah pemenangan pasangan itu.

Sebab, dengan bergabungnya Priyo akan semakin menunjukkan pasangan Prabowo-Hatta tidak propemberantasan korupsi mengingat nama Priyo sudah seringkali disebut dalam proses penyelidikan kasus korupsi pengadaan Alquran di Kementerian Agama.

"Priyo akan berpengaruh buruk karena dia potensial jadi koruptor. Memang survei menyebut dia (Priyo) sebagai tokoh muda potensial. Tapi realitasnya dia itu potensial koruptor. Masak  Alquran saja dikorupsi," tegas Arbi di Jakarta, Sabtu (31/5/2014). 

Karena itulah, Arbi menyatakan dirinya yakin adalah sebuah apabila Prabowo-Hatta merasa akan mendapat suara meningkat bila merekrut orang-orang bermasalah.

"Itu mimpi kali. Sok populer padahal tak populer," imbuhnya.

Sebagai bukti, dia merujuk pada perkara korupsi impor sapi yang melibatkan mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yang juga mengusung Prabowo-Jatta, Luthfie Hasan Ishaaq. Pasca itu, PKS langsung 'dihukum' pemilihnya di Pemilu Legislatif 2014 lalu.

"Prabowo bisa dianggap mengumpulkan koruptor. Mulai dari Suryadharma Alie, belum lagi ketua umum PBB," kata Arbi.

"Hubungan korupsi dan elektabilitas itu sudah ada bukti. Artinya korupsi politisi mempengaruhi pilihan. PKS turun suaranya karena koprusi. Itu bukan omong kosong karena ada buktinya."

Selain itu, Arbi juga menilai keberadaan Priyo sama saja dengan Marzuki Alie dimana keduanya sama-sama tak lolos kembali ke DPR.

“Pemilu DPR saja tak lolos, apalagi pemilu presiden. Kalau tak terpilih di Pileg, harusnya dia sadar bahwa dia sedang 'ditegur' pemilihnya. Makanya dia harus dengar suara hati pemilih. Ini politisi gede kepala yang tak menghargai konstituennya sih. Dia tak sendiri tak mengerti siapa konstituennya," beber Arbi.

Arbi mengakui pernyataannya itu cukup keras pada kubu Prabowo, sembari menyatakan dirinya tak takut diculik karena menyampaikan hal yang menurutnya benar.

"Saya memegang kebenaran, saya tak pusing. Kalau ada yang tak benar, ya saya sampaikan. Sejak dulu saya begitu," tegas dia.

Analisis tersebut mengacu pada kenyataan bahwa Priyo yang meskipun sering disebut sebagai tokoh muda potensial tetapi sebagai caleg Golkar di Pemilu 9 April lalu tidak lolos ke Senayan. Bahkan, citra Priyo yang negatif di publik juga bisa saja menjadi beban karena kasus hukum yang selama ini mengait-ngaitkan namanya adalah kasus korupsi Alquran di Kementerian Agama. Dalam kasus itu, nama Priyo sering muncul dalam persidangan, sehingga namanya pun selalu-dikait-kaitkan dalam kasus Alquran.

Sama dengan Priyo, Marzuki juga menjadi salah satu elite Demokrat yang tidak lagi lolos ke DPR meskupun saat ini posisinya sebagai Ketua DPR. Terlebih, Marzuki dalam kepemimpinannya sebagai Ketua DPR juga dianggap telah menurunkan wibawa lembaga politik tersebut.

Seperti penilaian yang pernah disampaikan oleh Anggota Komisi III DPR yang juga Wakil Sekjen DPP PKS Fahri Hamzah. Menurut Fahri, Fahri, buruknya kinerja Parlemen periode 2009-2014 dianggap karena kesalahan politisi Partai Demokrat itu.

“Ini ada kritik untuk Marzuki, kinerja dan wibawa DPR makin hancur!,” kata anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Fahri Hamzah di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (6/3/2014).

Sumber : http://www.tribunnews.com/pemilu-2014/2014/06/01/blunder-kehadiran-priyo-bs-akan-perberat-langkah-prabowo

"SBY Bukan Malaikat, Bukan Robot yang Difitnah Terus Diam Saja"

Written By Unknown on Monday, 27 January 2014 | 00:39

TRIBUNNEWS/DANY PERMANA Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, menyampaikan konferensi persnya di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/10/2012). Dalam kesempatan tersebut Presiden menegaskan bahwa penanganan kasus Simulator SIM di Korlantas Mabes Polri, yang melibatkan Irjen (Pol) Djoko Susilo, sepenuhnya ditangani KPK, penanganan kasus penyidik KPK, Novel Baswedan, dan rencana revisi UU KPK, ditangguhkan karena waktunya tidak tepat.

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Max Sopacua mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga manusia biasa yang bisa bereaksi atas fitnah yang terus diarahkan kepadanya. Dengan demikian, langkah SBY menghadapi fitnah itu melalui kuasa hukum dianggapnya wajar.
"Pak SBY bukan malaikat, bukan robot yang jika difitnah terus diam saja. Pak SBY itu manusia biasa yang punya emosi. Jika setiap hari sepanjang tahun difitnah, tentu dia punya perasaan dan emosional juga. Dan itu wajar," kata Max seperti dikutip Tribunnews.com, Senin (27/1/2014).
Hal itu dikatakan Max saat ditanya soal kritik terhadap SBY yang menyewa tim pengacara keluarga untuk menghadapi sejumlah fitnah. Terakhir, tim pengacara keluarga SBY yang dipimpin Palmer Situmorang melayangkan somasi kepada Rizal Ramli dan anggota DPR, Fahri Hamzah, karena dianggap terus memfitnah SBY.
KOMPAS/ALIF ICHWAN Anggota Dewan Perwakilan Rakyat asal Fraksi Partai Demokrat Max Sopacua.

Menurut Max, jika kritikan menyangkut kebijakan pemerintah, maka wajar kalau SBY dikritik sebagai presiden RI. Namun, jika menyangkut persoalan pribadi atau keluarga SBY, menurut Max, hal itu tidak baik.
"Pak SBY sebagai presiden juga manusia biasa. Pribadi dia, keluarga yang punya istri dan anak. Karena itu harus dilihat dua sisi sebagai presiden dan pribadi," kata Max.
Max mengatakan, tidak seorang pun di dunia ini jika terus-menerus diserang dengan fitnah akan mampu bertahan atau diam terus, apalagi jika fitnah itu menyangkut pribadi, terutama keluarga.
"Apa kalau kita dihantam terus akan diam terus? Kalau Pak SBY somasi itu kan saya kira wajar. Sepanjang manusia itu masih punya hati sanubari. Kalau benar kan tinggal diselesaikan di pengadilan," pungkas anggota Komisi I DPR itu.
Seperti diberitakan, somasi kepada Fahri dilayangkan menyusul pernyataan politisi PKS itu yang mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi untuk memeriksa anak kedua SBY, Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas, atas dugaan keterlibatannya dalam kasus Hambalang.
Selain somasi untuk Fahri, tim advokat dan konsultan hukum Presiden SBY dan keluarga juga akan melakukan somasi kedua kepada mantan Menteri Koordinator Perekonomian Rizal Ramli. Somasi akan dilayangkan jika kuasa hukum Rizal tak memberikan klarifikasi atas somasi yang telah diberikan sebelumnya dalam waktu dekat.
Somasi itu dilayangkan menyusul tudingan Rizal kepada SBY. Disebutkan, ada gratifikasi jabatan yang diberikan kepada Wakil Presiden Boediono atas dana talangan Bank Century.

Sumber : http://nasional.kompas.com/read/2014/01/27/1026490/.SBY.Bukan.Malaikat.Bukan.Robot.yang.Difitnah.Terus.Diam.Saja.

KPK Juga Geledah Rumah Dinas Airin

TRIBUNNEWS/DANY PERMANA Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany kembali menjenguk suaminya, Tubagus Chairi Whardana alias Wawan, di tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Senin (13/1/2014). Wawan ditahan KPK karena diduga terlibat dalam suap pengurusan sengketa Pilkada di Mahkamah Konstitusi yang juga melibatkan mantan Ketua MK Akil Mochtar. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut menggeledah rumah dinas Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany di Jalan Sutera Narada V No 16, Alam Sutera, Tangerang Selatan, Senin (27/1/2014). Penggeledahan dilakukan terkait penyidikan kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TTPU) yang menjerat suami Airin, Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan.

"Siang ini, penyidik KPK melakukan penggeledahan di beberapa lokasi terkait dengan dugaan TPPU atas nama tersangka TCW (Tubagus Chaeri Wardana)," kata Juru Bicara KPK Johan Budi,  melalui pesan singkat.

Selain menggeledah rumah dinas Airin, kata Johan, tim penyidik KPK menggeledah enam lokasi lainnya. Penggeledahan dilakukan di dua rumah Wawan yang berlokasi di Jalan Denpasar IV Nomor 35 dan Jalan Denpasar II Nomor 43, Jakarta Selatan. Penggeledahan juga dilakukan di dua rumah saksi Yayah Rodiah yang beralamat di kompleks yang sama, Grand Serang Asri Blok A3-4 dan di Blok K5 Nomor 7, Cipocok Jaya, Serang. Dua penggeledahan lain di rumah Dadang Prijatna di Taman Graha Asri Blok H5-9, Serang, Banten; serta di rumah Dadang Sumpena di Taman Graha Asri Blok CC5 Nomor 13, Serang, Banten.

Penggeledahan dilakukan untuk mencari jejak-jejak tersangka yang mungkin tertinggal di sejumlah lokasi tersebut.

Adapun Yayah dan Dadang Prijatna diketahui sebagai pegawai Wawan di PT Bali Pacific Pragama. Keduanya diduga sebagai tangan operasional Wawan dalam mengerjakan proyek-proyek di Provinsi Banten. Mereka telah dicegah bepergian ke luar negeri atas permintaan KPK terkait penyidikan kasus dugaan korupsi yang menjerat Wawan.

KPK menetapkan Wawan sebagai tersangka untuk empat kasus sekaligus, yakni dugaan suap sengketa Pilkada Lebak, Banten, dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan di Tangerang Selatan, dugaan korupsi pengadaan alkes Provinsi Banten, dan dugaan tindak pidana pencucian uang. Untuk kasus sengketa Pilkada Tangsel, KPK juga menetapkan Dadang sebagai tersangka.

Sumber : http://nasional.kompas.com/read/2014/01/27/1413131/KPK.Juga.Geledah.Rumah.Dinas.Airin

Demo Sopir Angkot di Terminal Lebak Bulus, Arus Lalu Lintas Macet Parah

Written By Unknown on Sunday, 26 January 2014 | 21:27

JAKARTA, KOMPAS.com — Aksi unjuk rasa ribuan sopir angkutan umum terkait kabar penutupan terminal kota di Terminal Lebak Bulus berimbas pada kemacetan parah di Jalan Pasar Jumat, depan Terminal Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (27/1/2014).

Pasalnya, setengah ruas jalur dari mulai GOR Lebak Bulus sampai di depan mulut pintu masuk terminal tersebut kini ditutupi angkot dan bus yang ditinggal parkir oleh sopirnya. Angkot dan bus dari trayek-trayek berbeda dibiarkan begitu saja di sepanjang jalan depan terminal itu.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, Senin siang, kemacetan itu sudah dimulai sekitar 2 kilometer dari Jalan RA Kartini, atau tepatnya perempatan lampu lalu lintas Fatmawati yang mengarah ke Terminal Lebak Bulus arah Pamulang.

Sekitar 500 meter sebelum memasuki terminal, kendaraan terjebak kemacetan parah di perempatan Lebak Bulus. Sejumlah kendaraan dialihkan oleh para sopir ke Jalan Taman Lebak Bulus IV, masuk ke permukiman warga.

Banyak pengguna jalan yang terjebak dalam kemacetan karena tidak ada peringatan ataupun penanda bahwa jalan itu diblokir. Akibatnya, banyak pengendara yang kemudian memutar balik arah, sementara penumpang angkutan umum yang telanjur terjebak memutuskan turun dari kendaraan dan memilih berjalan kaki.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Pak De Kasturi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger